Monday, November 9, 2020

Kereta

Doc Pribadi


Keramaian membuat aku bertanya

Tentang duduk bersama dengan orange juice di meja

Saus buatan, air conditioner yang menerpa kulit-kulit penuh peluh dan lelah

Ada yang duduk bersama

Ada yang duduk dengan hampa

Ada juga tentang roti isi yang dibalut harga pajak yang tinggi

Tentang irisan panjang kentang-kentang yang ditanam penduduk lokal

Aku bertanya

Sedang apakah mereka?

Sedang menjadi apakah aku kini?

Berbalut sendiri bersama keramaian yang tak pasti

Berbicara tentang kerja

Tentang lelah, dan cita-cita

Aku seperti tersadar

Bahwa kereta selalu berjalan bukan tanpa alasan

Ia mengantar

Ia menjemput

Ia berjalan

Aku seperti tersadar

Bahwa keramaian selalu tercipta dengan banyak cobaan

Kebisingam yang sunyi

Keramaian yang hampa

Adalah apa yang harus aku jalani kini

Bahwa ketika orange juice mulai berembun

Ketika saus mulai dingin

Ketika kentang mulai berubah rasa

Aku harus pindah

Untuk menaiki kereta yang membawaku pulang ke rumah



@byazizah

Merajah kata di telinga


Doc Pribadi

(1)

Ada banyak..

Hal yang..

Ingin aku..

Utaran..

Namun aku putuskan..

Bercerita kepada Tuhan..

Karena mungkin..

Tuhan lebih mengerti..

Bagaimana semogaku..

Berjalan nanti..

 

(2)

Aku pernah berpikir seperti ini, Jika aku lebih dahulu menemuimu, mungkin sekarang aku tak bisa bersamamu. Apakah kamu begitu?

 

(3)

Tenanglah,

Aku hanya sedang bercengkrama dengan alam

Mencoba menerka kapan badai mengamuk itu ‘kan reda,

Mencoba menduga kapan awan itu berhenti murka,

Mencoba bertanya benarkah kiranya indahmu itu hanya di mata?

 

@byazizah